
Pati — Program Belajar Bersama Masyarakat (BBM) kembali digelar oleh SD Islam Terpadu Abu Bakar Ash Shidiq Pati sebagai agenda rutin tahunan yang telah berlangsung selama kurang lebih satu dekade. Program ini menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang bertujuan menanamkan nilai kepedulian sosial, kemandirian, serta pembentukan karakter melalui interaksi langsung dengan masyarakat.
Tahun ini, sebanyak 100 siswa kelas 6 Angkatan 19 (Angolas) diterjunkan ke Desa Sukobubuk, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, siswa menginap selama empat hari, mulai Selasa (5/5/2026) hingga Jumat (8/5/2026). Di usia yang masih belia, para siswa diajak untuk belajar tidak hanya dari buku, tetapi juga dari kehidupan nyata di tengah masyarakat—memahami arti gotong royong, empati, serta pentingnya adab dan akhlak dalam kehidupan sosial.
Kegiatan diawali dengan pemberangkatan siswa dari sekolah menuju lokasi menggunakan angkutan yang telah disiapkan. Setibanya di Desa Sukobubuk, para siswa mengikuti opening ceremony yang berlangsung di kantor sekretariat desa. Dalam sambutannya, Ustazah Ali Yaturrofiah, S.Ag secara resmi “menitipkan” para siswa kepada masyarakat desa. Serta menyampaikan pesan untuk siswa dan siswi agar selalu menjaga adab dan akhlak dimanapun mereka berada.
Kepala Desa Sukobubuk, Bapak Saman, menyambut hangat kehadiran para siswa. Ia mengaku antusias dan berharap kegiatan ini dapat menjadi pengalaman berharga.
“Kami sangat senang dan terbuka dengan kehadiran anak-anak. Semoga mereka bisa belajar arti pengabdian yang sesungguhnya di desa ini,” ujarnya.
Sebanyak 100 siswa dibagi ke dalam 10 posko yang tersebar di beberapa titik desa. Hari pertama diisi dengan kegiatan berkebun dan tadabbur alam, yang mengajak siswa lebih dekat dengan lingkungan sekitar, dilanjutkan dengan tadarus dan khataman Al-Qur’an bersama warga di sekitar posko. Suasana kebersamaan pun terasa hangat, mempertemukan semangat belajar siswa dengan kearifan masyarakat.
Memasuki hari kedua, Rabu (6/5/2026), kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan home industri untuk mengenal potensi ekonomi lokal masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, siswa-siswi SD Islam Terpadu Abu Bakar Ash Shidiq Pati mengunjungi UMKM warga yang memproduksi keripik singkong dan tape singkong. Para siswa diajak belajar secara langsung mengenai proses pembuatannya, mulai dari pengupasan singkong, pembersihan bahan, proses penggorengan keripik, hingga tahapan pembuatan tape singkong. Kegiatan ini menjadi pengalaman edukatif bagi siswa untuk mengenal proses produksi usaha rumahan sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap potensi ekonomi masyarakat setempat. Acara dilanjutkan sore hari, pertandingan bola persahabatan di lapangan desa menjadi ajang keakraban antara siswa dan warga, sekaligus menumbuhkan sportivitas dan kebersamaan.
Puncak kegiatan berlangsung pada Kamis (7/5/2026). Berbagai agenda sosial digelar, mulai dari bazar sembako murah hingga pemeriksaan kesehatan gratis yang terbuka untuk masyarakat. Hasil bazar tersebut berhasil menghimpun dana sebesar Rp11.300.000 yang kemudian diserahkan kepada Desa Sukobubuk untuk mendukung pembangunan desa serta membantu warga sekitar yang membutuhkan.



Sementara itu, kegiatan pemeriksaan kesehatan bekerja sama dengan Rumah Sakit Keluarga Sehat Pati. Pelayanan kesehatan tidak hanya dilakukan di kantor sekretariat, tetapi tim medis dan siswa juga melaksanakan home visit ke beberapa warga yang sedang sakit sebagai bentuk kepedulian dan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Malam harinya, suasana semakin semarak dengan acara sholawat bersama Habib Muhammad bin Salim bin Yahya dari Jepara. Masyarakat tampak datang dengan antusias dan berkumpul memenuhi halaman Masjid Jami’ Darussalam untuk mengikuti sholawat bersama. Pada kesempatan tersebut, Ustazah Aliyah selaku Kepala Sekolah SD Islam Terpadu Abu Bakar Ash Shidiq turut menyerahkan secara simbolis sumbangan hasil bazar kepada perangkat Desa Sukobubuk sebagai bentuk kepedulian dan kontribusi nyata kepada masyarakat sekitar.

Pada hari terakhir, Jumat (8/5/2026), para siswa mengawali pagi dengan kegiatan bugar bersama sebelum melaksanakan musthafahah atau pamitan kepada perangkat desa dan warga sekitar. Momen ini menjadi penutup yang penuh haru, menandai berakhirnya kebersamaan yang singkat namun bermakna.
Melalui program BBM ini, siswa tidak hanya belajar untuk peduli, tetapi juga berlatih menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan mampu beradaptasi dengan lingkungan baru. Pengalaman ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi mereka untuk tumbuh sebagai generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter dan kepedulian sosial.