sdit.abubakargroup.sch.id

Membentuk Generasi Mental Baja di Era Instan, SD IT Abu Bakar Gelar Seminar Parenting “Strawberry vs Iron Stock”

Pati, 31 Januari 2026 — SD IT Abu Bakar Ash Shidiq sukses menyelenggarakan Seminar Parenting pada Sabtu, 31 Januari 2026, yang bertempat di Pendopo Kabupaten Pati. Kegiatan ini dihadiri oleh walimurid kelas 3 dan 4 sebagai bagian dari upaya sekolah dalam memperkuat sinergi antara orang tua dan lembaga pendidikan dalam mendidik generasi masa depan.

Seminar ini mengangkat tema “Strawberry vs Iron Stock: Membangun Mental Baja di Era Serba Instan”, sebuah refleksi tentang tantangan generasi masa kini yang tumbuh di tengah budaya serba cepat, instan, dan penuh distraksi, serta pentingnya membentuk anak-anak yang tangguh, berdaya tahan, dan memiliki karakter kuat.

Kegiatan diawali dengan registrasi, pembukaan oleh MC kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Nilna Khansa Ali dan sari tilawah oleh Adiba Kaleena Syifa, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars JSIT yang dipimpin oleh Ustadzah Diah.

Suasana semakin semarak dengan penampilan siswa, diawali dengan lagu “Andaikan Aku Punya Sayap” yang dibawakan oleh Ananda Rhea, serta penampilan tari kreasi “Gambang Suling” dari ekstrakurikuler tari. Selanjutnya adalah pembagian dorprize pertama dan acara inti yaitu penyampaian materi.

Sebagai pemateri utama, Isnan Hidayat, M.Psi, CEO Petakehidupan.ID Consulting, memaparkan konsep tentang perbedaan karakter antara Strawberry Generation dan Iron Stock Generation. Strawberry Generation digambarkan sebagai generasi yang cenderung rapuh secara mental, mudah terpengaruh, rentan stres, dan kurang tahan menghadapi tekanan. Sementara Iron Stock Generation digambarkan sebagai generasi yang tangguh, kuat secara mental, tahan banting, memiliki daya juang tinggi, serta mampu menghadapi kesulitan dengan keteguhan dan ketenangan.

Pemateri juga menyoroti pentingnya mindful parenting, yaitu pola asuh yang dilakukan dengan kesadaran penuh, kehadiran utuh, keteladanan, dan pemaknaan, bukan sekadar penyampaian materi atau perintah. Orang tua diajak untuk lebih memperhatikan kualitas diri, kualitas emosi, serta kualitas relasi dengan anak, karena kapasitas orang tua dalam membantu anak sangat bergantung pada kapasitas mereka dalam membantu dan mengelola diri sendiri.

Setelah sesi materi dan diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian doorprize kedua, kemudian memasuki Sesi Komitmen Orang Tua, di mana peserta menuliskan refleksi dan bersama-sama membacakan “Ikrar Mental Baja” yang dipandu oleh MC. Doorprize ketiga diberikan kepada peserta yang berkenan membacakan refleksi dan komitmennya di depan forum.

Sebagai penutup, Isnan mengajak para orang tua untuk menginvestasikan diri secara serius dalam membangun pengalaman yang bermakna bersama anak, merumuskan strategi komunikasi yang sehat, serta berkomitmen menjadi teladan nyata dalam keseharian.

Kegiatan berlangsung dengan suasana yang hangat, reflektif, dan interaktif, ditandai dengan antusiasme peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Seminar ini diharapkan dapat menjadi bekal praktis dan inspiratif bagi orang tua dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara mental, emosional, dan spiritual.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top